Istanbul – Suasana bulan Ramadan di Istanbul, Turki, selalu menghadirkan momen istimewa, salah satunya adalah tradisi menembakkan meriam sebagai tanda waktu berbuka puasa. Tradisi ini tetap lestari dan menjadi daya tarik bagi masyarakat lokal serta wisatawan yang ingin merasakan atmosfer Ramadan yang khas di kota bersejarah ini.
Setiap menjelang magrib, dentuman meriam menggema di langit Istanbul, tepat saat matahari terbenam. Suara tersebut berpadu dengan lantunan azan dari menara-menara masjid di sekitar Hagia Sophia dan Sultanahmet, menciptakan suasana sakral yang penuh makna.
Di kawasan bersejarah Sultanahmet, pusat kota Istanbul, masyarakat berkumpul untuk menyaksikan tradisi ini. Sebuah band dengan pakaian khas Kesultanan Utsmaniyah turut meramaikan suasana dengan alunan musik tradisional, menambah kesan nostalgia akan kejayaan Turki di masa lalu. Wisatawan mancanegara pun tampak antusias mengabadikan momen berharga ini.
Saat meriam akhirnya ditembakkan, sorak-sorai kegembiraan menyertai detik-detik berbuka puasa. Di lapangan depan Hagia Sophia, umat Muslim berbagi hidangan berbuka berupa kurma, roti, dan aneka kuliner khas Turki. Sembari menyantap makanan, mereka menikmati pemandangan menara-menara masjid yang bermandikan cahaya senja, menciptakan suasana yang tak terlupakan.
Ramadan tahun ini juga bertepatan dengan awal musim semi, membawa kesejukan yang disambut dengan syukur oleh warga. Cuaca yang lebih sejuk dan siang yang lebih singkat dibandingkan musim panas sebelumnya membuat ibadah puasa terasa lebih ringan bagi banyak orang.
Bagi masyarakat Turki, tradisi ini bukan sekadar tanda berbuka, tetapi juga simbol kebersamaan, warisan budaya, dan pengingat akan nilai-nilai spiritual di bulan yang penuh berkah. Ramadan di Istanbul selalu menawarkan pengalaman yang tak hanya religius, tetapi juga sarat akan sejarah dan budaya.
0 Komentar